Persiba Balikpapan akan menjadi lawan berikutnya bagi
Arema ISL
dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/2013. Arema ISL akan
bertandang ke kandang Persiba pada Minggu nanti (27/1/3013).
Pertandingan kedua tim, diprediksikan akan berlangsung menarik sebab
kedua tim baru saja sama-sama menelan kekalahan.

Kayamba Gumbs dkk tak akan meniru gaya Persegres saat melawan Persiba. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Tuan rumah Persiba baru saja dikalahkan oleh
Persegres
Gresik dangan skor 1-2 (22/1/2013), sedangkan Arema ISL dikalahkan oleh
tuan rumah Barito Putra dengan skor 1-0 (20/1/2013). Dengan hasil
tersebut, kedua tim dipastikan akan tampil sama-sama ngotot agar dapat
meraih kemenangan.
Pelatih Arema ISL,
Rahmad Darmawan mengaku bahwa
setiap pertandingan selalu menargetkan kemenangan, termasuk lawan
Persiba nanti. Namun bukan berarti untuk meraih kemenangan lawan
Persiba, ia akan menginstruksikan Igbonefo dkk untuk bermain seperti
Persegres. Karena pelatih yang akrab disapa RD ini menegaskan bahwa tim
Arema ISL punya gaya bermain sendiri.
“Pasti keinginan kita selalu dapat poin maksimal di setiap
pertandingan. Namun kita punya gaya permainan yang berbeda dengan Gresik
(Persegres), karena materi pemain kita juga berbeda. Jadi kita akan
bermain dengan bagaimana gaya kita bermain. Tapi tetap, tujuannya satu,
yaitu menang,” ujarnya.
Menurut RD, Persiba juga akan melakukan perubahan ketika menghadapi
Arema karena tim berjuluk Beruang Madu itu juga tidak ingin mengulang
kesalahannya sehingga kembali kalah.
“Mungkin Persiba akan mengubah gaya bermain mereka. Karena setelah
mereka gagal kemarin, tentunya mereka tidak ingin mengulangi kesalahan
yang sama. Sama juga dengan kita, yang tidak ingin mengulangi kesalahan
yang sama,” lanjut mantan pelatih Timnas U-23 ini.
RD menambhakan masih banyak kekurangan dalam tim Arema ISL yang
terjadi saat melawan Barito Putra kemarin. Salah satunya adalah
finishing para pemain untuk menyelesaikan peluang yang didapat. Mantan
pelatih Sriwijaya FC ini berharap agar anak asuhnya lebih dapat
memaksimalkan peluang untuk mencetak gol.
“Sekarang masalahnya, pertama pada saat lawan melakukan satu
serangan. Kita punya pemain lebih, tapi kok malah bisa kebobolan.
Artinya, disitu ada kurang disiplinnya pemain melakukan pertahanan yang
baik. Lalu pada saat melakukan serangan, dari sekian peluang kita tidak
mampu mengkonversikannya menjadi sebuah gol. Padahal dari lima peluang,
satu atau dua saja bisa kita maksimalkan, maka kita akan dapatkan poin,”
pungkas RD.
(dim/mia)