twitter
rss


JENIS PERBEDAAN RAM: SDRAM, DDR1, DDR2, DDR3,& SODIMM
SDRAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory) RAM jenis ini memiliki kemampuan setingkat di atas EDO-RAM. Slot memori untuk SD RAM adalah 168 pin. Bentuk SD RAM adalah Dual Inline Memory Modul (DIMM). Memiliki kecepatan di atas 100 MHz. Biasanya masih banyak dipakai untuk Komputer Pentium 2 dan Pentium 3 dan Komputer Pentium 4 generasi pertama ada yang masih menggunakan jenis RAM ini

Contoh gambar SDRAM:
 
Doule Data Rate (DDR) RAM (sering disebut DDR1), dengan data transfer 64 bits, DDR SDRAM menggunakan DIMM 184 pin. DDR SDRAM memberikan transfer rate sebesar : memory bus clock rate x 2 x 64 / 8. Jika frekuensi bus 100 MHz, berarti maksimum kecepatan transfer datanya adalah (100x2x64) /8, yaitu 1600 MB perdetik. Diperuntukan untuk Motherboard Pentium 4 generasi kedua dan selanjutnya.

Contoh gambar RAM DDR1:

  
DDR 2 RAM, Merupakan kelanjutan dari teknologi DDR SDRAM. Diperkenalkan pertama kali pada kwartal kedua tahun 2003, kemudian pada akhir tahun 2004 DDR2 mulai menggantikan standar DDR1. Tidak seperti DDR SDRAM, DDR2 menggunakan DIMM 240 pin, dan tidak kompatibel dengan DDR SDRAM yang menggunakan 184 pin.

Contoh gambar RAM DDR2:
DDR3 RAM, merupakan pengembangan lanjutan dari DDR2, dimana keuntungan utama dari DDR3 adalah memiliki kemampuan transfer data dua kali lebih cepat dari DDR2. DDR3 mengkonsumsi daya 30% lebih hemat dari DDR2, hanya 1.5 V (DDR2 1.8V, DDR1 2.5 V). Pasokan daya 1.5 V, bekerja dengan baik dengan teknologi 90 nanometer.

Contoh gambar RAM DDR3:

SODIMM itu "Small outline Dual Inline Memory Module" sama saja fungsi dan kinerjanya dengan memori PC biasa, ada DDR1, DDR2 dan DDR3 juga, hanya saja memori jenis ini hanya diperuntukan bagi laptop/notebook. Secara fisik dia lebih kecil dari memori PC biasa.

Contoh gambar SODIMM:
Masalah untuk jenis apa itu tergantung dari dukungan colokan memori di motherboard, karena setiap generasi memori memiliki colokan pin memori yang berbeda (DIMM pin), misalnya memori DDR2 tidak bisa di pasang di mobo DDR3, atau sebaliknya. Kalau performa tentu keluaran generasi terakhir yang lebih baik (DDR3) 

Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita ini karena dengan pendidikan kita semua bisa belajar semua ilmu pengetahuan dan dengan ilmu pengetahuan itulah kita bisa merubah polapikir kita semua, jadi setiap manusia khususnya masyrakat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dan diharapkan untuk selalu berkembang didalamnya karena kemajuan suatu Negara dapat diukur atau dapat dilihat dari kemajuan pendidikan masyarakatnya. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya pada yang lebih baik. Kita dididik menjadi orang yang berguna baik bagi negara, Nusa dan Bangsa. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan yaitu di lingkungan keluarga (Pendidikan informal), lingkungan sekolah (Pendidikan formal), dan lingkungan masyarakat (Pendidikan nonformal). Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar. Proses pendidikan ini berlangsung seumur hidup, sehingga peranan keluarga itu sangat penting bagi anak terutama orang tua. Orang tua mendidik anaknya dengan penuh kasih saying, dan kasih sayang yang diberikan orang tua pada anaknya tidak ada habisnya dan tidak terhitung nilainya.
Orang tua mengajarkan kepada kita hal-hal yang baik misalnya, bagaimana kita bersikap sopan-santun terhadap orang lain, menghormati sesama, dan berbagi dengan mereka yang kekurangan. pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan Formal terdiri dari pendidikan formal berstatus negeri dan pendidikan formal berstatus swasta. 

Persiba Balikpapan akan menjadi lawan berikutnya bagi Arema ISL dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/2013. Arema ISL akan bertandang ke kandang Persiba pada Minggu nanti (27/1/3013). Pertandingan kedua tim, diprediksikan akan berlangsung menarik sebab kedua tim baru saja sama-sama menelan kekalahan.
Kayamba Gumbs dkk tak akan meniru gaya Persegres saat melawan Persiba. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Kayamba Gumbs dkk tak akan meniru gaya Persegres saat melawan Persiba. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Tuan rumah Persiba baru saja dikalahkan oleh Persegres Gresik dangan skor 1-2 (22/1/2013), sedangkan Arema ISL dikalahkan oleh tuan rumah Barito Putra dengan skor 1-0 (20/1/2013). Dengan hasil tersebut, kedua tim dipastikan akan tampil sama-sama ngotot agar dapat meraih kemenangan.
Pelatih Arema ISL, Rahmad Darmawan mengaku bahwa setiap pertandingan selalu menargetkan kemenangan, termasuk lawan Persiba nanti. Namun bukan berarti untuk meraih kemenangan lawan Persiba, ia akan menginstruksikan Igbonefo dkk untuk bermain seperti Persegres. Karena pelatih yang akrab disapa RD ini menegaskan bahwa tim Arema ISL punya gaya bermain sendiri.
“Pasti keinginan kita selalu dapat poin maksimal di setiap pertandingan. Namun kita punya gaya permainan yang berbeda dengan Gresik (Persegres), karena materi pemain kita juga berbeda. Jadi kita akan bermain dengan bagaimana gaya kita bermain. Tapi tetap, tujuannya satu, yaitu menang,” ujarnya.
Menurut RD, Persiba juga akan melakukan perubahan ketika menghadapi Arema karena tim berjuluk Beruang Madu itu juga tidak ingin mengulang kesalahannya sehingga kembali kalah.
“Mungkin Persiba akan mengubah gaya bermain mereka. Karena setelah mereka gagal kemarin, tentunya mereka tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Sama juga dengan kita, yang tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama,” lanjut mantan pelatih Timnas U-23 ini.
RD menambhakan masih banyak kekurangan dalam tim Arema ISL yang terjadi saat melawan Barito Putra kemarin. Salah satunya adalah finishing para pemain untuk menyelesaikan peluang yang didapat. Mantan pelatih Sriwijaya FC ini berharap agar anak asuhnya lebih dapat memaksimalkan peluang untuk mencetak gol.
“Sekarang masalahnya, pertama pada saat lawan melakukan satu serangan. Kita punya pemain lebih, tapi kok malah bisa kebobolan. Artinya, disitu ada kurang disiplinnya pemain melakukan pertahanan yang baik. Lalu pada saat melakukan serangan, dari sekian peluang kita tidak mampu mengkonversikannya menjadi sebuah gol. Padahal dari lima peluang, satu atau dua saja bisa kita maksimalkan, maka kita akan dapatkan poin,” pungkas RD. (dim/mia)

Pasca kekalahan saat berhadapan dengan tim tuan rumah Barito Putra (20/1/2013), tim Arema ISL langsung berkonsentrasi mengadapi pertandingan berikutnya.
Skuad Arema ISL langsung bersiap hadapi Persiba Balikpapan. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Skuad Arema ISL langsung bersiap hadapi Persiba Balikpapan. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, tim Arema ISL akan kembali menjalani pertandingan away di Borneo guna menghadapi Persiba Balikpapan (27/1/2013).
Agar tim asuhannya tidak menderita kekalahan lagi, pelatih Arema ISL, Rahmad Darmawan langsung mengevaluasi kinerja anak asuhnya dalam bermain. Menurut pelatih yang akran disapa RD ini, pertandingan melawan Barito Putra kemarin, masih banyak hal yang harus dibenahi.
“Kita memang mengevaluasi beberapa hal, terutama kedisiplinan pemain saat positioning, ketika kita hilang bola. Kemudian finishing, banyak peluang yang seharusnya dikonversikan menjadi gol. Dan ketika lemahnya kita mengakhiri serangan dengan umpan crossing. Karena kita kemarin banyak sekali mendapat peluang dan crossing serta tendangan bebas,” ujarnya kepada wartawan.
Mantan pelatih Persija ini belum dapat berbicara banyak ketika disinggung mengenai persiapan menghadapi tim tuan rumah, Persiba Balikpapan. Maka dari itu, ia meminta Asisten Pelatihnya, Joko ‘Gethuk’ Susilo untuk memantau langsung pertandingan Persiba saat menghadapi Persegres Gresik (22/1/2013). Pertandingan Persiba melawan Persegres sendiri ditayangkan oleh salah satu tv nasional, dan berakhir dengan skor 1-2 untuk Persegres.
RD menjelaskan bahwa sampai saat ini ia belum dapat menentukan strategi apa yang akan diambilnya. Karena ia belum mengetahui secara pasti kekuatan Persiba ketika bermain sebagai tuan rumah.
“Yang pasti, Pak Gethuk sengaja tidak kita ikutkan latihan. Tapi saya minta untuk melihat pertandingan Persiba. Setelah itu baru kita bisa mengambil keputusan seperti apa. Karena setiap tim akan selalu tampil berbeda ketika menjalani laga away dan home. Maka dari itu, saya ingin lihat, baru kita bicara tentang apa yg akan kita lakukan,” pungkasnya setelah memimpin latihan di lapangan futsal Araya. (dim/mia)


 http://images.detik.com/content/2013/01/24/76/janui.jpg
Surabaya - Kabar duka datang dari dunia sepakbola Indonesia. Pelatih asing yang lama melatih klub-klub di tanah air, Miroslav Janu, meninggal dunia akibat serangan jantung.


Janu mengembuskan napas terakhirnya di RS. Islam Jemursari, Surabaya, Kamis (24/1/2013) siang WIB. Pria yang berstatus sebagai pelatih Persebaya Divisi Utama PT. Liga Indonesia itu sempat menjalani perawatan, tapi nyawanya tak tertolong.

"Kemarin siang, pulang dari Bali beliau terlihat sehat dan tidak ada masalah. Tadi pagi bahkan sempat telepon saya untuk membicarakan evaluasi tim, yang akan dilakukan besok," jelas manajer Persebaya DU, Bambang Pramukantoro, saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (24/1/2013).

"Beliau bangun jam 09.30 kemudian mandi dilanjutkan baca koran. Tiba-tiba mengeluh sakit di dadanya, lalu kita bawa ke RS Islam Jemursari untuk mendapatkan perawatan. Beliau masuk rumah sakit pukul 10.40. Saat menjalani perawatan beliau sempat mendapat suntikan di dadanya untuk mengurangi sakit dan bantuan oksigen," tambahnya.

Namun, usaha tim dokter untuk menolong Janu tak berhasil. Pelatih berkebangsaan Republik Ceko itu dinyatakan meninggal pada pukul 12.21 dalam usia 53 tahun.

Pihak Persebaya DU akan segera berkoordinasi dengan PT. LI dan duta besar negara asal Janu untuk membahas pemulangan jenazah sang pelatih.

"Kita akan memberikan yang terbaik bagi jenazah coach. Jika PT LI dan Dubes sudah ada keputusan maka jenazah akan kita kirim ke negara asalnya," ujar Bambang.

Janu pertama kali bekerja di Indonesia pada tahun 2003 saat menangani Persigo Gorontalo. Dia kemudian hijrah ke PSM Makassar dan melatih di sana pada periode 2003-2005. Sempat pulang ke Ceko untuk jadi asisten pelatih Slavia Praha, dia kembali ke Indonesia untuk menukangi Arema (2007 dan 2010-2011). Musim lalu, Janu melatih Persela Lamongan.

Selama berkarier di Indonesia, Janu dua kali mengantarkan timnya jadi runner-up Liga Indonesia, yakni bersama PSM (2004) dan Arema (2011).

Selamat Jalan Miroslav Janu,, 


Semua Sekolah Harus Berkualitas
KOMPAS Images/GANI KURNIAWANSejumlah siswa kelas 11 mengikuti mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMA Negeri 5, Jalan Belitung, Kota Bandung, Rabu (9/1/2013). Keputusan Pembubaran status RSBI oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai tidak akan berdampak besar bagi siswa dan pola belajar mengajar di kelas, serta tidak akan menurunkan mutu pelayanan pendidikan maupun pamor sekolah. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
JAKARTA, KOMPAS.com - Pascadicabutnya status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) muncul semangat agar tidak lagi ada jenis sekolah yang diskriminatif. Untuk itu, semua sekolah yang ada di Indonesia harusnya dibuat memiliki kualitas yang merata.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lody Paat, mengatakan bahwa para pembuat kebijakan ini harus memahami sejarah yang ada di Indonesia. Sejak zaman penjajahan, pendidikan di Indonesia cukup diskriminatif dengan adanya perbedaan sekolah untuk bangsawan dan kaum pribumi.

"Jangan sampai sejarah ini terulang kembali. Pemerintah lakukan saja delapan standar nasional. Sekolah unggulan itu tidak ada dalam Undang-undang," kata Lody, saat dihubungi, Kamis (10/1/2013).

Ia juga menegaskan bahwa jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak melakukan tebang pilih. Semua sekolah harus memiliki hak untuk dibantu dan diberi kemudahan untuk mendongkrak mutu pendidikannya.

"Semua sekolah harus berkualitas. Tidak perlu ada label RSBI atau sekolah unggulan. Yang penting bagaimana memajukan mutu semua sekolah itu," ungkap Lody.

Selanjutnya, ia menjelaskan untuk menuju sekolah yang memiliki mutu baik sebenarnya yang harus diperhatikan adalah relasi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Tanpa ada relasi yang baik maka ilmu yang hendak disampaikan tidak akan pernah terserap oleh siswa. Kemudian, guru juga harus memiliki kompetensi yang baik dan berwawasan luas.

"Selama ada relasi yang baik. Lalu didukung perpustakaan yang memadai dan memiliki laboratorium maka itu bermutu," jelas Lody.

Untuk itu, pemerintah semestinya paham dan mulai membagi dana pendidikan pada sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan mutu. Umumnya sekolah-sekolah ini berada di daerah luar Jawa atau sekolah-sekolah yang berada di kota besar namun belum memenuhi standar.

Selasa siang, MK mengabulkan permohonan uji materi Pasal 50 Ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Dengan dikabulkannya uji materi tersebut, RSBI dibubarkan oleh MK.
Dalam pembacaan amar putusan, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, Pasal 50 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Dasar putusan MK, menurut Juru Bicara MK Akil Mochtar, bisa dibaca di berita Ini Alasan MK Batalkan Status RSBI/SBI.


Berita terkait, baca:  MK BATALKAN STATUS RSBI/SBI


FT: Arema 3-0 Persiram

Persiram Raja Ampat gagal menghadang barisan striker Arema di babak kedua, sehingga memaksa Jendry Pitoy memungut bola sebanyak tiga kali dari gawangnya.

Arema kembali menunjukkan taringnya setelah berhasil melibas Persiram Raja Ampat dengan skor 3-0, dan kemenangan tersebut membawa tim Singo Edan kembali memuncaki klasemen sementara Superliga Indonesia.Babak pertama berlangsung dengan ketat, dan meski diwarnai dua penalti, kedudukan bertahan dengan skor imbang tanpa gol. Di babak kedua, Arema tidak terbendung, skuat asuhan Rahmad Darmawan menggelontor gawang Persiram dengan tiga gol, melalui Sunarto, Cristian Gonzales dan Keith Kayamba Gumbs.Babak PertamaArema yang bertindak sebagai tuan rumah langsung mencoba menggebrak pertahanan Persiram Raja Ampat. Peluang pertama didapatkan oleh Sunarto yang sayangnya masih belum mampu mengarahkan bola dengan baik.Pada menit ke-enam, Persiram hampir mengejutkan tuan rumah melalui tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti. Beruntung, Kurnia Meiga mampu mengantisipasinya dengan baik.Pada menit ke-16, giliran Jendry Pitoy yang menampilkan permainan gemilang. Mantan kiper Persib Bandung tersebut berhasil menepis tendangan bebas yang dieksekusi oleh Sukadana.Kedua tim silih berganti menyerang, Persiram kembali mengancam gawang Arema kali ini melalui tendangan first time Jerry Karpeh memanfaatkan umpan silang Lee Song-Young, namun Meiga kembali mengamankan gawangnya.Arema memiliki peluang emas untuk unggul terlebih dahulu setelah mendapatkan penalti di menit ke-28. Penalti tersebut cukup kontroversial karena wasit menilai tembakan pemain Arema membentur tangan bek Persiram, namun dalam tayangan ulang bola hanya mengenai dada. Namun, meski demikian, eksekusi Beto masih dapat digagalkan oleh Jendry Pitoy sehingga kedudukan tidak berubah.Situasi seakan berbalik sepuluh menit kemudian, giliran Persiram yang mendapatkan hadiah tendangan penalti setelah Elthon dijatuhkan oleh Alfarisi di dalam kotak penalti. Namun, seperti sebelumnya, eksekusi penalti Jerry Karpeh juga gagal, setelah Meiga juga berhasil memblok bola.Kegagalan dua eksekusi penalti oleh kedua tim membuat paruh pertama pertandingan ini berakhir dengan skor imbang tanpa gol.Babak KeduaBelum genap satu menit paruh kedua berjalan, Arema membuat puluhan ribu Aremania bersorak, setelah tembakan Sunarto memanfaatkan umpan Beto berhasil menjebol gawang Persiram yang dikawal Jendry Pitoy, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0.Persiram hampir kemasukan lagi dua menit kemudian, setelah kesalahan salah satu bek mereka hampir dimanfaatkan oleh Gonzales. Beruntung, lini pertahanan dengan sigap mengamankan bola.Tempo permainan semakin meningkat setelah tercipta gol pertama, kedua tim silih berganti menyerang namun tidak ada peluang berbahaya yang tercipta hingga menginjak satu jam pertandingan.Pada menit ke-63 melalui sebuah tendangan bebas, Persiram hampir menyamakan kedudukan, namun sayang eksekusi Lee Song-Young hanya membentur tiang gawang Arema.Setelah itu, Persiram tampak lebih menekan pertahanan Arema. Tetapi, melalui serangan balik, Gumbs hampir mencetak gol di menit ke-68 melalui akselerasinya, tetapi sayang tembakannya melayang meskipun ia berhasil melewati bek-bek lawan.Pada menit ke-72, Arema akhirnya berhasil menambah keunggulan menjadi 2-0. Melalui kerja sama yang baik dengan Alfarisi, Gonzales berhasil menaklukkan Jendry Pitoy dan menambah jumlah golnya menjadi empat gol dalam dua pertandingan.Gonzales hampir kembali mencetak gol setelah ia berada dalam posisi bebas ketika menerima umpan tendangan penjuru, sayang tandukannya masih melayang di atas mistar gawang Persiram.Dua menit kemudian, giliran Persiram yang mendapatkan peluang emas. Melalui skema penyerangan yang baik, James Koko Lomell mendapatkan bola dan berdiri bebas di sisi kanan pertahanan Arema, namun sayang tembakannya masih tepat mengarah ke Meiga.Arema kembali menambah keunggulan mereka menjadi tiga gol setelah akselerasi Gumbs kali ini tidak dapat diantisipasi oleh Persiram, pemain veteran tersebut dengan mudah menaklukkan Jendry dan mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Keunggulan tiga gol akhirnya bertahan hingga wasit meniupkan peluit tanda pertandingan berakhir, setelah kedua tim gagal memanfaatkan peluang di sisa waktu yang ada.

Susunan Pemain

Arema: Meiga, Hendro, Igbonefo, Gathuessi, Alfarizi, Sunarto, Sukadana, Joko, Gumbs, Beto, Gonzales


Persiram Raja Ampat: Jendri Pitoy, Arifin, Seme Patrick, Kubai, Ronny, Lee Song Young, Uron, Gidion, Koko Lomel, Karpeh, Eltho
n